
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang siapa saja mungkin gerah dan risih bila pertanyaan ini ditanyakan kepada kita, namun tidak dapat dipungkiri kematian cepat atau lambat akan menghampiri kita, siap maupun tidak maut akan menjemput ruh dari badan kita. Namun, apakah kita sudah menyiapkan bekal kita di alam akhirat? Apakah kita sudah yakin akan bisa menjawab pertanyaan di ALAM KUBUR nanti? Apakah kita akan termasuk orang yang menikmati SURGA atau mungkin malah masuk NERAKA?
Pengalaman ini saya dapatkan pada saat orang tua sahabat saya meninggal dunia dengan tenang, kebetulan saya ikut mengiringi penguburan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya. Pada saat membaca doa kubur saya sadar (karena lebih sering terlupakan) akan adanya pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada kita pada saat di Alam kubur nanti. Pertanyaan itu selalu menghantui saya hingga saya menulis artikel ini.
Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu? Siapa Imammu? Mana Kiblatmu? Apa kitabmu? Apa Agamamu? Yah kira-kira itulah pertanyaan yang akan diajukan kepada kita nantinya bila sudah bertemu dengan Azal, saat saya mendengarkan doa tersebut saya berkata dalam hati saya :
“seandainya nyawa saya dicabut saat ini juga, mungkin saya tidak akan sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.”
Terlalu banyak dosa yang saya buat selama ini, terlalu banyak waktu yang tidak saya gunakan untuk beribadah, terlalu banyak diri ini mementingkan urusan duniawi daripada urusan akhirat, belum sempat diri ini berbakti untuk orang tua, TIDAK AKAN KUAT DIRI INI MENAHAN SIKSA KUBUR NANTINYA.
Dan masih banyak lagi alasan saya untuk BELUM SIAP MATI, bagaimana dengan Anda? Apakah sudah menyiapkan bekal untuk alam akhirat nanti? Bila belum mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas iman kita kepada Tuhan Yang Maha ESA
“Setiap yang bernyawa pastinya akan merasakan kematian”
Popularity: 12% [?]
Incoming search terms for the article:
Memotivasi diri sendiri maupun orang lain haruslah memiliki dasar-dasar yang perlu diperhatikan perlu ditetapkan komitmen besar dalam hal ini. Sebelum Anda memotivasi diri sendir dan orang lain ada baiknya Anda memperhatikan tulisan berikut ini.
Orang mempunyai alasan untuk apa yang mereka lakukan, Setiap orang memiliki tujuan dan sasaran yang secara terus-menerus mereka urutkan dan pilih untuk membuat keputusan sehari-hari. Orang tidak akan bertindak membabi buta saat memilih tujuan. Proses seleksi memiliki arah untuk setiap Individu, dan orang lain tidak selalu setuju dengan yang dipilih individu tersebut.
Orang Bertindak untuk mendapatkan sesuatu yang mereka yakini, Perilaku orang yang diarahkan menuju yang mereka yakini akan baik bagi mereka. Sehingga tujuan mereka harus memiliki tujuan perspektif bagi mereka sebelum mereka akan mengejarnya. Sebagai contoh, satu dari teman baik Anda baru saja mewarisi harta. Anda heran mengapa ia tidak mengambil kesempatan untuk pensiun dan melakukan segala hal yang mereka inginkan. Bagaimanapun, kepuasan yang dinikmati orang ini dari pekerjaannya melebihi tujuannya untuk mendapatkan harta.
Orang harus yakin bahwa tujuan mereka dapat dicapai, Kebanyakan orang tidak perduli bagaimana berharganya tujuan bagi mereka, tidak akan berusaha mengejarnya kecuali mereka percaya bahwa mereka memiliki kesempatan baik untuk mencapainya, sebagai contoh, seorang karyawan perusahaan yang bermimpi untuk menjadi pimpinan perusahaan, namun tidak akan melakukan apapun jika ia percaya bahwa pendidikannya tidak cukup untuk mencapai tujuan tersebut sehingga sampai kapanpun dia akan tetap menjadi karyawan.
Ketika Anda ingin memotivasi orang lain, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah, Fokus terhadap diri Anda sendiri dahulu, kemudian cara Anda memandang orang lain, jika Anda memperlihatkan kecurigaan, memamerkan superioritas Anda, atau malah menimbulkan keraguan bagi Anda sendiri, kesempatan Anda untuk memotivasi siapapun, termasuk diri sendiri, akan banyak berkurang. Sebaiknya diri Anda mencerminkan pesa “Saya oke, Anda oke”
Popularity: 2% [?]
Incoming search terms for the article:
Setiap orang dilahirkan dengan sekumpulan karakter kepribadian yang unik, sering kali berbeda antara kakak dan adik. Setiap orang tua akan setuju pada kenyataan bahwa, dari kebanyakan kasus, anak-anak mereka memperlihatkan perbedaan jelas dalam perilaku mereka. Yang satu mungkin sangat penuntut sementara yang lain cukup puas untuk tumbuh dewasa secara tenang. Setiap orang mengetahui bahwa tidak ada dua sidik jari yang sama. Bukankah kepribadian manusia seunik sidik jari juga??
Sebagian orang melihat dunia melalui kacamata merah sementara yang lain melihatnya dengan kacamata gelap. Sayangnya, kita tidak dapat mengganti kepribadian seperti kita mengganti kacamata. Kepribadian terdiri dari banyak sisi dan pilihan. Kita hanya dapat memahami kepribadian kita sendiri dengan membuka mata untuk satu pemahaman baru yang menyeluruh mengenai diri kitadan orang lain.
Karakter kepribadian Anda menentukan apakah Anda mudah terkena depresi, santai, formal, hati-hati, atau acuh tak acuh. Karakter kepribadian Anda menentukan apakah Anda pasif atau asertif. Kepribadian Anda adalah apa yang menyebabkan Anda beraksi dan bereaksi dengan cara Anda. Dalam banyak hal kepribadian mengawasi Anda dan merupakan penyebab mengapa Anda berbeda dari orang lain. Kepribadian cenderung kaku, menolak perubahan, dan sangat protektif terhadap diri sendiri dan Anda. Kepribadian menerima Anda sebagai satu-satunya pemimpin dan tidak suka untuk mencoba mengalami serta memahami tipe-tipe kepribadian orang lain. Walaupun kepribadian akan menerima kritik dari Anda, kepribadian Anda tidak akan siap menerima kritik yang tidak diharapkan orang lain. Pada kenyataannya, kepribadian sering akan menyerang jika merasa diancam oleh seorang penyusup.
Popularity: 14% [?]
Incoming search terms for the article: